DIARE BUKAN DIARY

Saat aku nulis ini mungkin mataku udah 5 watt kalo orang ngomong. 02.23 dini hari ketika orang-orang lagi asik ngeliat pertandingan Liga Champions Madrid VS Milan aku juga lagi asik berkutat dengan penyakit yang aku derita. Penyakit yang orang lain pun mungkin tidak suka ketika harus bolak-balik WC setiap jamnya dan harus jongkok di atas benda itu dengan memegang perut sambil mengeluarkan (tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit, sensor mode:on) yang agak (tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit lagi deh) loch kok banyak sensornya kayak sidang Antasari Azhar. Bukan karena banyak hal berbau tabu tapi hal ini lebih dari kata-kata yang tabu dan bisa membuat orang yang lagi makan otot-otot lambungnya berkontraksi untuk menolak makanan itu…..loch kok malah ngelantur ke sana.
Oke kita lanjutin ini berawal saat kemaren pulang kuliah. Melewati jalanan kota Jogja yang kala itu sangat panas-panasnya (suhu sekitar 37,5⁰), sesampai di kamar kost naluri bantal gulingku datang. Saat mau tidur aku merasakan ada yang aneh kok perasaan aku llemes gak seperti biasanya, jangan-jangan mau sakit karena 3 hari sebelumnya aku tidur di atas jam 12 ngerjain tugas? Tapi kok lama-lama bawaanyya haus dan mules, akhirnya keluarlah kesimpulan dari seorang calon dokter yang gagal menjadi dokter (red:aku) bahwa aku sedang mengalami penyakit yang dinamakan DIARE stadium awal.

1 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    erwinbaskara berkata,

    diapet broooooooooooo


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda